Minggu, 05 Mei 2013

PROPOSAL ILMIAH


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Penelitian

      Kehidupan masyarakat dewasa ini sangat bergantung kepada sumber daya energi, salah satunya adalah energi tenaga listrik. Keberadaan energi listrik sudah merupakan sebuah keharusan sebagai penggerak roda kehidupan, termasuk roda perekonomian, pada sebuah bangsa untuk tetap bergerak dan mengarah maju ke depan. Adapun ketergantungan akan ketersediaan energi yang satu ini kian hari kian meningkat, mengingat keberlangsungan berbagai macam bentuk aktivitas sehari-hari di masyarakat maupun sektor industri,jadi  bisa disimpulkan bahwa tanpa adanya energi listrik akan menghambat hingga menghentikan aktivitas masyarakat yang berujung pada terhambatnya bahkan terhentinya roda kehidupan masyarakat.
      Mulai dari kegiatan perkantoran, pertokoan, pabrik/industri (skala kecil maupun besar), Mall, rumah tangga, bahkan aktifitas peribadatan pun memerlukan tenaga listrik. Sedemikian vitalnya energi yang satu ini, hingga manusia berusaha membangun pembangkit-pembangkit tenaga listrik untuk memenuhi kebutuhan energi listrik mereka.
      Perusahaan Listrik Negara (atau disingkat dengan PLN) merupakan sebuah perusahaan BUMN di bidang kelistrikan yang bertugas melayani masyarakat di seluruh Nusantara. PLN merupakan bahan usaha tunggal (monopoli) yang diberi kepercayaan dan kewenangan oleh Pemerintah dalam pengadaan dan pemberdayaan energi listrik di seluruh pelosok negeri.
      Adapun kegiatan usaha PLN dalam hal menjalankan usaha penyediaan tenaga listrik mulai dari kegiatan pembangkitan, penyaluran, distribusi tenaga listrik, perencanaan dan pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik. Selain itu juga PLN menjalankan usaha penunjang dalam penyediaan tenaga listrik juga pengelolaan serta pemanfaatan sumber daya alam dan sumber energi lainnya untuk kepentingan penyediaan tenaga listrik.
      Di Indonesia, melalui UU No. 15 tahun 1985 tentang Ketenagalistrikan, pemerintah telah mengamanatkan PLN sebagai satu-satunya BUMN Pemegang Kuasa Usaha Ketenagalistrikan (PKUK) untuk memenuhi ketersediaan energi listrik. Dengan Undang-Undang ini, PLN bertindak untuk dan atas nama pemerintah Indonesia dalam melaksanakan fungsi pelayanan umum di bidang ketenagalistrikan (baik sosial maupun komersial). Hal ini sesungguhnya terkait dengan Undang-Undang No. 19 tahun 2003 tentang BUMN pasal2 ayat (1)yang menyatakan maksud dan tujuan pendirian BUMN yang inti isinya adalah: Memberikan sumbangan bagi penerimaan dan perkembangan perekonomian nasional, mengejar keuntungan, menyelenggarakan kemanfaatan umum berupa penyediaan barang dan atau jasa yang bermutu tinggi dan memadai bagi pemenuhan hajat hidup orang banyak.
      Selama ini kita sesungguhnya sudah menikmati banyak kemudahan dari inovasi dan terobosan dari PLN dalam hal ketenagalistrikan yang semakin memudahkan kita sebagai pengguna dalam menikmati listrik. Hal ini sejalan dengan tekad PLN dalam upaya memberikan pelayanan jasa ketenagalistrikan yang terbaik dan memenuhi standar ketenagalistrikan, PLN terus berusaha memberikan inovasi-inovasi dan perbaikan dibidang ketenagalistrikan.
      Dengan melihat kemajuan jaman serta adanya kemajuan teknologi yang dapat memberikan kemudahan dalam berbagai hal yang mencangkup kebutuhan manusia,maka dengan ini  PT. PLN (Persero) membuat satu inovasi terbaru dalam memenuhi kebutuhan listrik kepada masyarakat. Inovasi ini dinamakan “Listrik Pintar” atau yang lebih dikenal sebagai Listrik Prabayar (LPB).
       Inilah inovasi terkini dari layanan PLN yang lebih menjanjikan Kemudahan, Kebebasan dan Kenyamanan bagi pelanggannya. Dengan listrik pintar, setiap pelanggan bisa mengendalikan sendiri penggunaan listriknya sesuai kebutuhan dan kemampuannya.
      Namun dalam memperkenalkan serta memasarkan inovasi yang baru ini, PT PLN (Persero) mendapatkan beberapa kendala, diantaranya masih banyaknya masyarakat yang belum mengenal dan mengerti manfaat penggunaan dari LPB itu sendiri. Serta banyaknya masyarakat yang masih merasa takut menggunakan LPB. Oleh karena itu PLN harus mempunyai strategi dalam memasarkan LPB kepada masyarakat. Melihat hal tersebut maka penulis tertarik membuat penulisan ilmiah ini dengan judul “ Strategi Pemasaran Listrik Prabayar pada PT.PLN (Persero) Rayon Tambun”.

1.2  Rumusan Masalah
      Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut:
1.      Bagaimana PT.PLN (Persero) Rayon Tambun memperkenalkan LPB kepada masyarakat?
2.  Strategi dan upaya apa saja yang digunakan PT.PLN (Persero) Rayon Tambun agar semua pelanggan/pengguna listrik mau beralih ke Listrik Prabayar?

1.3  Batasan Masalah
      Dalam pembatasan masalah ini, penulis membatasi pembahasan masalah pada kegiatan strategi pemasaran LPB .

1.4 Tujuan Penelitian
      Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengumpulkan data, fakta, dan informasi yang berkaitan dengan Listrik Prabayar pada PT.PLN(Persero) Rayon Tambun.
      Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui :
1.      Upaya PT.PLN (Persero) Rayon Tambun memperkenalkan Listrik Prabayar kepada masyarakat.
2.      Strategi pemasaran yang tepat digunakan oleh PT.PLN (Persero) Rayon Tambun.

1.5 Manfaat Penelitian
      Dari hasil penelitian ini, penulis berharap dapat memberikan manfaat secara teoritis maupun praktis baik bagi penulis maupun pihak lain yang membutuhkan informasi sehubungan dengan penelitian ini. Manfaat itu adalah sebagai berikut:
1.   Teoritis
      Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat untuk pengembangan ilmu manajemen dan strategi pemasaran. Di samping itu pula penelitian ini diharapkan mampu menjadi referensi dan inspirasi bagi penelinti-peneliti lain di masa yang akan datang.
2.   Praktisi
      Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat sebagai bahan pertimbangan dan masukan bagi PT. PLN (Persero) Rayon Tambun dalam menentukan strategi pemasaran LPB.

1.6 Metode Penelitian
      Metode penelitian yang digunakan penulis adalah :
1.6.1 Objek Penelitian
      Objek penelitian ini adalah kantor  PT PLN (Persero) Rayon Tambun – Bekasi dan pengguna listrik di daerah Tambun.

1.6.2 Metode Pengumpulan Data
      Data diperoleh dengan cara mengumpulkan dan mengolah data secara langsung :

1. Penelitian Lapangan ( Field Research )
a.       Wawancara, yaitu suatu bentuk komunikasi secara lisan, yang bertujuan untuk memperoleh informasi tentang keadaan perusahaan. Dalam hal ini informasi atau keterangan diperoleh langsung dari pihak-pihak yang terkait dengan cara tanya jawab. Dalam penelitian ini wawancara yang dilakukan terhadap  pelanggan pemakai listrik. Wawancara dilakukan untuk mengetahui respon masyarakat terhadap LPB.

b.      Observasi, mengumpulkan data dengan melakukan pengamatan secara langsung dengan kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan dalam mencapai sasaran dan tujuan pengamatan.


2. Penelitian Kepustakaan ( Library Research )
               Sebagai landasan teori untuk mengetahui masalah yang dijadikan pokok permasalahan,penulis mengadakan pengkajian kepustakaan dengan cara mempelajari buku-buku yang berhubungan dengan judul penulisan.

1.6.3  Alat Analisis yang Digunakan
      Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis SWOT untuk melihat kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang akan dihadapi dan strategi terbaik apakah yang sebaiknya dipilih oleh perusahaan.












Minggu, 31 Maret 2013

TULISAN SOFTSKILL 2


JANGAN PERNAH MENGELUH!

“Wahai anak anak ku!pergilah kamu,carilah (berita) tentang yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah,hanyalah orang orang kafir”(QS.12:YUSUF:87)

Islam selalu mengajarkan umatnya untuk optimis,menghadapi masa depan dngn pnuh semngat;tekad kuat dan kemauan yang keras.optimis adalah simbol ketahanan hidup seseorang.optimis meletakan seseorang kepada kerangka hidupyang teratur,tertata rapih,dan rencana,perogram hidup yang di jalani dengan penuh semangat,atau kebiasaan kebiasaan yang baik sebagai simbol diri ang dinamis.optimis selalu menggerakan hidup untuk kreaktif,inovatif,aktif,dinamis,sistematik,dan terukur.
Tidak ada alasan manusia untuk menghadapi hidup dengan pesimis.betapa banyak anugrah dari Allahswt yang dilimpahkan ke dunia ini untuk di kelolah manusia dengan baik betapa melimpah kelebihan yang di berikan Allah swt kepada manusia untuk menjadikan dirinya selalu hadir,mendapat yang baik,dan sukses.manusia kadang lupa,mengingkari,malas,tidak serius,atau mengeluh tentang sesuatu.sebaik apapun keluhan,tetap tidak akan merubah nasib dan eksitensi diri.keluhan hadir dari jiwa yang tak siap menghadapi persaingan hidup.keluhan realitas yang terbaca dari diri yang tak mampu untuk maju,berkompetisi,dan menciptakan gerak hidup yang dinamis penuh warna.
Jangan pernah mengeluh inilah cara diri untuk meraih berkah,kebaikan,sukses,dan kemapanan dalam hidup.hadapilah hidup dengan optimis,segala sesuatu akan berubah baik dan bermanfaat.Rosullullah saw memberikan motivasi kepada segenap kaum muslimin untuk tetap optimis dan jangan mengeluh.”mu’min yang kuat  lebih di cintai Allah dari mu’min yang lemah.dan masing masing memiliki kebaikan.bersemangatlah terhadap hak hal yang bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah dan jangan merasa malas,dan apabila engkau ditimpa sesuatu jangan lah mengatakan kalau begitu,maka begitu,tetapi maka katakanlah”Qodarulloh wa maa syaa’a fa’al-telah di takdirkan oleh Allah dan apa yang dia khendaki pasti terjadi-sesungguhnya kalaw perkataan kalau itu membuka pintu syetan”(HR.MUSLIM.

Jumat, 29 Maret 2013

TULISAN SOFTSKILL 1

PERJUANGAN HIDUP


Mentari pagi selalu mengawali hidupku
Tiada hari tanpa bersyukur
Yang kujalani semangat yang tak kunjung padam
Tunaikan tugas dan kewajiban
Dengan penuh rasa bangga
Hidup adalah perjuangan
Tanpa lelah tanpa putus asa
Setiap langkahku selalu diiringi doa
Jalan hidupku untuk dunia akhirat
Setiap waktu yang berjalan itulah hidupku
Jalani hidup ini tanpa melalaikan waktu
Tegakan sikap yang baik
Karena hidup hanya sementara
Dan selalu berusahalah untuk hari esok yang lebih baik lagi.

Oleh : Sheena Anghelina Adam

Kamis, 28 Maret 2013

TUGAS SOFTSKILL KELOMPOK BAHASA INGGRIS



Tugas kelompok sofstskill bahasa inggris bisnis 2
Nama : Andreas Kevin                   (10210738)
            Gita anggeliya                    (19210806)
            Sheena Anghelina adam       (18210226)
1.     TOEFL
PENGERTIAN TOEFL
TOEFL adalah singkatan dari Test Of English as a Foreign Language (Test Bahasa Inggris sebagai bahasa asing), yang diorganisir oleh sebuah lembaga di Amerika Serikat yang bernama ETS ( Educational Testing Service ). TOEFL ini penting untuk teman-teman yang ingin belajar atau menuntut ilmu untuk bersekolah di luar negeri. TOEFL ini merupakan indikator untuk memastikan teman-teman yang berasal bukan dari negara yang menggunakan bahasa Inggris, agar dapat mengikuti perkuliahan dengan baik di negara yang menggunakan bahasa Inggris. TOEFL ini digunakan untuk memastikan :
Memastikan bahwa mahasiswa tersebut memahami uraian yang diberikan dosen dalam bahasa Inggris (listening skill).
Mahasiswa memahami buku-buku textbook yang diwajibkan (reading skill).
Mahasiswa mampu membuat tulisan ilmiah dengan tatabahasa yang benar (writing & grammar skill).
Untuk dapat diterima di negara-negara Barat, calon mahasiswa harus memiliki standar nilai TOEFL yang sudah ditetapkan oleh masing-masing universitas di negara-negara Barat tersebut. Misalnya TOEFL score minimal untuk negara-negara di Eropa adalah 500 (minimum), TOEFL score untuk di Australia adalah 500 (minimum), sedangkan TOEFL score untuk negara-negara di Amerika adalah disyaratkan 550 (minimum).
PERLUASAN PENGGUNAAN & PERKEMBANGAN TOEFL
Seiring perkembangan zaman, bahkan negara-negara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris, seperti Jepang, Korea, India, Malaysia, Indonesia, dll mensyaratkan TOEFL Score tertentu bagi calon mahasiswanya, baik yang datang dari dalam negeri, apalagi jika berasal dari luar negeri. Di Indonesia, TOEFL bahkan digunakan juga untuk:
Persyaratan bagi penerimaan karyawan baru di instansi pemerintah, perusahaan pemerintah dan swasta.
Syarat penerimaan mahasiswa baru untuk jenjang S2 dan S3.
Syarat pengajuan beasiswa, baik dari pemerintah maupun swasta.
TOEFL sendiri sudah beberapa kali mengalami penyempurnaan oleh lembaga penyelenggaranya, ETS. Bentuk-bentuk TOEFL Test yang pernah diperkenalkan ke publik yaitu :
1. TOEFL Paper Based Test
Terdiri atas 3 section :
Listening, Structure, and Reading.
Maximum Score : 677.
2. TOEFL Computer Based Test
Terdiri dari 4 Section :
Listening, Structure,Reading, Writing.
Maximum Score : 300.
3. TOEFL Internet Based Test
Terdiri dari 4 section :
Listening, Reading, Writing, Speaking.
Maximum score : 120.
Untuk keperluan pra-seleksi ataupun keperluan intern suatu lembaga, maka ETS sebagai lembaga pengembang dan penyelenggara tes TOEFL juga menyelenggarakan TOEFL ITP (Institutional Testing Programme). Jumlah soal dan tingkat kesulitan TOEFL ITP tidak berbeda dengan Paper Based Test TOEFL maupun Computer Based Test TOEFL, karena memang soal-soal yang digunakan pada TOEFL ITP adalah soal tes TOEFL yang telah pernah digunakan sebelumnya. Perbedaan yang perlu diketahui oleh mereka yang merencanakan mengikuti tes TOEFL adalah bahwa skor yang diperoleh dari TOEFL ITP dalam pengunaannya terbatas.
Perguruan tinggi di Amerika, misalnya, hanya akan menerima skor yang diperoleh dari Paper Based Test TOEFL atau Computer Based Test TOEFL. Selain TOEFL ITP, juga ada TOEFL Prediction yang biasanya digunakan untuk memperkirakan skor TOEFL seseorang “sebelum” yang bersangkutan mengikuti tes TOEFL lainnya (Paper Based Test TOEFL, Computer Based Test TOEFL, TOEFL ITP). Jenis tes TOEFL Prediction ini pada umumnya diselenggarakan oleh lembaga atau pusat bahasa atau tempat-tempat kursus yang menyelenggarakan pelatihan TOEFL.
(http://asharemore.blogspot.com/2013/06/pengertian-dan-kegunaan-test-toefl-test.html)
2. TEFL
 
TEFL

DEFINITION TEFL
            Teaching English as a foreign language (TEFL) refers to teaching English to students whose first language is not English. TEFL usually occurs in the student's own country, either within the state school system, or privately in an after-hours language school or with a tutor. TEFL teachers may be native or non-native speakers of English.

TEACHING TECHNIQUES
·         Reading
            TEFL that uses literature aimed at children and teenagers is rising in popularity. Youth-oriented literature offers simpler material ("simplified readers" are produced by major publishers), and often provides a more conversational style than literature for adults. Children's literature in particular sometimes provides subtle cues to pronunciation, through rhyming and other word play. One method for using these books is the multiple-pass technique. The instructor reads the book, pausing often to explain certain words and concepts. On the second pass, the instructor reads the book completely through without stopping.

·         Communicative language teaching
            Communicative language teaching (CLT) emphasizes interaction as both the means and the ultimate goal of learning a language. Despite a number of criticisms, it continues to be popular, particularly in Japan, Taiwan,  and Europe.
The task-based language learning (TBLL) approach to CLT has gained ground in recent years. Proponents believe CLT is important for developing and improving speaking, writing, listening, and reading skills, and that it prevents students' merely listening passively to the teacher without interaction. Dogme is a similar communicative approach that encourages teaching without published textbooks, instead focusing on conversational communication among the learners and the teacher.

·         Blended learning
            Blended learning is a combination of face-to-face teaching and online interactions (also known as CALL or computer-assisted language learning), achieved through a virtual learning environment (VLE).
VLEs have been a major growth point in the ELT industry over the last five years. There are two types:
·         Externally hosted platforms that a school or institution exports content to (e.g., the proprietary Web Course Tools, or the open source Moodle)
·         Content-supplied, course-managed learning platforms (e.g. the Macmillan English Campus)
The former provides pre-designed structures and tools, while the latter supports course-building by the language school—teachers can blend existing courses with games, activities, listening exercises, and grammar reference units contained online. This supports classroom, self-study or remote practice (for example in an internet café).
·         Online classroom
            Advances in technology made it possible to get a TEFL qualification online. Students can enroll Into online classes that are accredited by organizations such as Accreditat. It should be noted that there is no single overarching accreditation body for TEFL.[5] Study materials are divided into modules. Students take one or multiple tests per study module. Support is handled by tutors, who can be reached via email. After successfully finishing the last module the student is granted a certificate. It comes in digital form or can be shipped to the student's address. Getting such a certificate can be beneficial in many ways. The student can get a bigger paycheck or teach English in foreign countries.

QUALIFICATIONS FOR TEFL TEACHERS
            Qualification requirements vary considerably from country to country and among employers within the same country. In many institutions it is possible to teach without a degree or teaching certificate. Some institutions will consider it necessary to be a native speaker with an MA TESOL. A university degree in English language and literature can also be of value, as indeed can any specialist degree. Other institutions consider a proof of English proficiency, a University degree and a basic teaching qualification to be more than sufficient. However, the level of academic qualification need not be the most important qualification, as many schools will be more interested in your interpersonal skills. For trainers wishing to enter the academic field, publications can be as important as qualifications, especially if they relate to English use in your field. Where there is a high demand for teachers and no statutory requirements, employers may accept otherwise unqualified candidates. Each country is different, and acceptance depends on demand for English teachers and the teacher's previous teaching and life experiences.
            As a general rule schools will tend to prefer qualifications that involve a significant amount of assessed teaching: it is often said that "Learning to teach without classroom practice is like learning to drive without ever encountering traffic". Shorter courses and online courses often lack assessed teaching practice. Course makers have recognized this and have begun introducing combined TEFL courses which have an element of assessed teaching.
            Some educational facilities are now offering two or three well-defined certificates instead of one general certificate. For example, ILT (Introduction to Language Teaching) - 40 hours, PLT (Practice of Language Training) - 30 hours, and Literacy - 30 hours.
            Private language schools are likely to require at least a certificate based on successful completion of a course consisting of a minimum of 100 hours. Major programs like EPIK will offer a higher salary to teachers who have completed any TEFL Course, online or otherwise, so long as the program meets the minimum 100 hour requirement. Internet-based TEFL courses are generally accepted worldwide, and particularly in Asia, where the largest jobs markets exist in China, Korea, Taiwan and Japan.
            Age/gender requirements might also be encountered. In some countries outside Europe and America, for example the Middle East, schools might hire men over women or vice versa. And they might hire only teachers in a certain age range; usually between 20 and 40 years of age. Anyone under 19 may be able to teach TEFL, but usually only in a volunteer situation, such as a refugee camp.

 
MEANING

DEFINISI TEFL
            Mengajar Bahasa Inggris sebagai bahasa asing (TEFL) mengacu pada pengajaran bahasa Inggris kepada siswa yang bahasa pertamanya bukan bahasa Inggris. TEFL biasanya terjadi di negara siswa sendiri, baik dalam sistem sekolah negeri, atau pribadi di sekolah setelah jam-bahasa atau dengan tutor. Guru TEFL mungkin penutur asli atau non-asli bahasa Inggris.
TEKNIK MENGAJAR
•Reading
            TEFL yang menggunakan sastra yang ditujukan untuk anak-anak dan remaja meningkat popularitasnya . Literatur berorientasi pemuda menawarkan bahan sederhana ( " pembaca disederhanakan " diproduksi oleh penerbit besar ) , dan sering memberikan gaya yang lebih percakapan dari sastra untuk orang dewasa . Sastra anak-anak pada khususnya kadang-kadang memberikan isyarat halus untuk pengucapan , melalui berima dan kata lain bermain . Salah satu metode untuk menggunakan buku-buku ini adalah teknik multiple -pass . Instruktur membaca buku , berhenti sering untuk menjelaskan kata-kata dan konsep-konsep tertentu . Pada pass kedua , instruktur membaca buku sepenuhnya melalui tanpa henti.

Pengajaran Bahasa Komunikatif
Komunikatif pengajaran bahasa ( CLT ) menekankan interaksi baik sebagai sarana dan tujuan akhir dari belajar bahasa . Meskipun sejumlah kritik , terus menjadi populer , terutama di Jepang , Taiwan , dan Eropa .
Berbasis tugas belajar bahasa ( TBLL ) pendekatan CLT telah memperoleh tanah dalam beberapa tahun terakhir . Para pendukung percaya CLT penting untuk mengembangkan dan meningkatkan berbicara , menulis, mendengarkan , dan keterampilan membaca , dan bahwa mencegah siswa hanya mendengarkan secara pasif kepada guru tanpa interaksi . Dogme adalah pendekatan komunikatif yang sama yang mendorong mengajar tanpa buku teks yang diterbitkan , tetapi sebaliknya berfokus pada komunikasi percakapan antara peserta didik dan guru
 Belajar Blended
            Blended learning adalah kombinasi pengajaran dan interaksi secara online face-to - face ( juga dikenal sebagai PANGGILAN atau pembelajaran bahasa dengan bantuan komputer ) , dicapai melalui lingkungan belajar virtual ( VLE ) .

VLEs telah menjadi titik pertumbuhan utama dalam industri ELT selama lima tahun terakhir. Ada dua jenis :
• platform eksternal host bahwa sekolah atau lembaga ekspor konten untuk ( misalnya, proprietary Tools Web Course , atau open source Moodle )
• Content - disediakan , platform pembelajaran kursus yang dikelola ( misalnya Kampus Macmillan English )
Mantan menyediakan struktur pra-desain dan alat-alat , sedangkan yang kedua mendukung program pembangunan oleh bahasa sekolah - guru dapat berbaur program yang ada dengan permainan , kegiatan , mendengarkan latihan , dan unit referensi tata bahasa yang terkandung online. Hal ini mendukung kelas , belajar-sendiri atau praktek terpencil ( misalnya di warnet ).
•kelas online
   Kemajuan teknologi memungkinkan untuk mendapatkan kualifikasi TEFL online. Siswa dapat mendaftarkan diri ke dalam kelas online yang diakreditasi oleh organisasi seperti Accreditat . Perlu dicatat bahwa tidak ada badan akreditasi menyeluruh tunggal untuk TEFL . [ 5 ] Bahan pelajaran dibagi menjadi modul . Mahasiswa mengambil satu atau beberapa tes per modul belajar. Dukungan ditangani oleh tutor , yang dapat dihubungi melalui email. Setelah berhasil menyelesaikan modul terakhir siswa diberikan sertifikat . Muncul dalam bentuk digital atau dapat dikirimkan ke alamat siswa . Mendapatkan sertifikat tersebut dapat bermanfaat dalam banyak cara . Siswa bisa mendapatkan gaji yang lebih besar atau mengajar bahasa Inggris di luar negeri .
KUALIFIKASI UNTUK GURU TEFL
            Persyaratan kualifikasi bervariasi dari satu negara ke negara dan kalangan pengusaha di negara yang sama . Dalam banyak lembaga adalah mungkin untuk mengajar tanpa gelar atau sertifikat mengajar . Beberapa lembaga akan menganggap perlu untuk menjadi pembicara asli dengan MA TESOL . Sebuah gelar sarjana dalam bahasa Inggris dan sastra juga bisa menjadi nilai , karena memang bisa salah gelar spesialis . Lembaga lain mempertimbangkan bukti kemampuan bahasa Inggris , gelar Universitas dan kualifikasi mengajar dasar untuk menjadi lebih dari cukup. Namun, tingkat kualifikasi akademik tidak perlu kualifikasi yang paling penting , karena banyak sekolah akan lebih tertarik pada keterampilan interpersonal Anda . Untuk pelatih yang ingin memasuki bidang akademik , publikasi dapat menjadi sama pentingnya dengan kualifikasi , terutama jika mereka berhubungan dengan penggunaan bahasa Inggris di bidang Anda . Dimana ada permintaan yang tinggi untuk guru dan tidak ada persyaratan hukum , pengusaha dapat menerima calon dinyatakan tidak memenuhi syarat . Setiap negara berbeda , dan penerimaan tergantung pada permintaan untuk guru bahasa Inggris dan pengajaran dan kehidupan sebelumnya pengalaman guru .
            Sebagai aturan umum sekolah akan cenderung memilih kualifikasi yang melibatkan sejumlah besar pengajaran dinilai : sering dikatakan bahwa " Belajar mengajar tanpa kelas praktek adalah seperti belajar mengemudi tanpa pernah menghadapi lalu lintas " kursus pendek dan kursus online . sering kekurangan dinilai praktik mengajar . Pembuat Course telah mengetahui dan telah mulai memperkenalkan program TEFL gabungan yang memiliki unsur pengajaran yang dinilai .
            Beberapa fasilitas pendidikan kini menawarkan dua atau tiga sertifikat yang didefinisikan dengan baik bukan satu sertifikat umum . Sebagai contoh, ILT ( Pengantar Pengajaran Bahasa ) - 40 jam , PLT ( Praktek Pelatihan Bahasa ) - 30 jam , dan Melek - 30 jam .
Sekolah bahasa swasta cenderung membutuhkan setidaknya sertifikat berdasarkan berhasil menyelesaikan kursus yang terdiri dari minimal 100 jam . Program besar seperti EPIK akan menawarkan gaji yang lebih tinggi kepada para guru yang telah menyelesaikan setiap TEFL Course , online atau sebaliknya , asalkan program memenuhi persyaratan minimum 100 jam . Kursus TEFL berbasis internet yang berlaku umum di seluruh dunia , dan terutama di Asia , di mana pasar pekerjaan terbesar ada di China , Korea , Taiwan dan Jepang .
            Persyaratan usia / jenis kelamin mungkin juga ditemui . Di beberapa negara di luar Eropa dan Amerika , misalnya Timur Tengah , sekolah bisa menyewa laki-laki atas perempuan atau sebaliknya . Dan mereka mungkin hanya mempekerjakan guru dalam rentang usia tertentu ; biasanya antara 20 dan 40 tahun . Siapapun di bawah 19 mungkin dapat mengajar TEFL , tetapi biasanya hanya dalam situasi relawan , seperti sebuah kamp pengungsi .
3.     TOEIC
TOEIC
Sebenarnya TOEIC itusamaseperti TOEFL dan IELTS, hanyasajakalau TOEIC lebihspesifikfungsinya. TOEIC (Test of English for International Communication) adalah tes keahlian berbahasa inggris untuk orang-orang yang bahasa ibunya bukan bahasa inggris.TOEIC itu sendiri terdiri dari 2 ujianya itu listening dan reading. Range nilainya mulai dari 10 sampai 990. Tes TOEIC dapat mengukur kemampuan berbahasa inggris untuk individu yang dalam kesehariannya bekerja di lingkungan international.Nilai- nilainya menunjukkan seberapa baik seseorang dapat berkomunikasi dalam bahasa inggris dengan individu lainnya dalam komunikasi umum, termasuk di lingkup pendidikan, bisnis, perdagangan, dan industry.Tes ini tidak memerlukan pengetahuan khusus atau istilah yang tidak umum yang digunakan orang dalam aktivitasnya sehari-hari.Tes TOEIC adalah tespilihanganda yang berlangsung selama dua jam yang terdiri dari 200 pertanyaan yang dibagimenjadiduasesi :
1.   Listening section: sesi ini menguji seberapa baik kita dapat memahami pembicaraan dalam bahasa inggris. Sesi ini terdiri dari dari 4 bagian dan berisi 100 pertanyaan yang diputar pada sebuah kaset atau CD. Kita akan diminta untuk menjawab pertanyaan berdasarkan pada bermacam-macam pertanyaan, dialog singkat, dan percakapan singkat yang direkam dalam bahasa inggris. Total waktunya adalah 45 menit.
2.   Reading section: dalam sesi ini akan terdapat 3 bagian yang menguji seberapa baik anda dapat memahami bacaan dalam bahasa inggris. Kita akan membaca berbagai macam materi dan melakukan pengaturan waktu secara pribadi dalammenjawab 100 pertanyaanberdasarkanisidarimateri yang disediakanuntukkita. Total waktu nya adalah 75 menit.
      Kita akan menjawab pertanyaan tes ini dengan cara menghitamkan salah satu huruf (A),(B),(C),(D) dengan pensil pada lembar jawaban yang terpisah. Walaupun waktu yang tersedia diperkirakan selama dua jam, waktu tambahan memang diperlukan untuk menyelesaikan daftar pertanyaan dan biodata peserta dalam lembar jawaban.Karenanya, kita harus meluangkan menyiapkan kira-kira 2,5 jam untuk mengikuti tes ini.
Banyak sekali orang – orang dari berbagai institusi yang mengikuti tes ini mulai dari :
1.   Karyawan atau staf yang menggunakan bahasa inggris dalam berbagai lingkungan kerja seperti kantor–kantor pemerintah, bisnis, hotel, rumah sakit, restoran, pertemuan internasional, konferensi, dan program olahraga.
2.   Staf manajemen, sales, dan karyawan bagian teknik dalam bisnis internasional, perdagangan dan industry yang membutuhkan bahasa inggris dalampekerjaan mereka.
3.   Para calon peserta pelatihan yang akan dilakukan dalam bahasa inggris.
4.   Para individu yang sedang mengikuti program pelatihan bahasa inggris atau pun kepentingan pengajuan beasiswa dan visa  keluar negeri.
5.   Para pelajar atau mahasiswa untuk mengukur kemajuan dalam proses belajar, syarat kelulusan, dan juga kelengkapan dalam memasuki dunia kerja.
       Pertanyaannya adalah kenapa kita harus mengikuti tesTOEIC ?jawabannya adalah tes TOEIC telah menjadi pilihan bagi lebih dari 6 juta peserta tes setiap tahunnya dan diakui oleh 10.000 organisasi di dunia. Sebagai sebuah alat ukur yang akurat dan obyektif dalam mengukur kemampuan berbahasa inggris, tes TOEIC ini akan memungkinkan kita untuk :
1.   Membuktikan tingkat kemampuan kita yang sebenarnya dalam berbahasa inggris.
2.   Memenuhi persyaratan untuk jabatan baru dan atau promosi di dalam perusahaan.
3.   Penegasan/bukti atas tingkat profesionalitas kita.
4.   Memonitor perkembangan kita dalam berbahasa inggris.
5.   Mengatur tujuan belajar.
6.   Melibatkan perusahaan dalam memajukan kemampuan bahasa inggris kita.
Sumber: singgih-mardiyono.blogspot.com